Hari Kartini, Curahan Hati Dokter yang Tak Pulang ke Rumah Selama Pandemi Corona

JAKARTA – Dalam rangka Hari Kartini, kami merangkum berbagai kisah para wanita pejuang Corona yang setiap harinya berhadapan dengan risiko terkena virus tersebut. Banyak dari mereka yang dalam kesehariannya membuktikan bahwa perjuangan Ibu Kartini untuk menegakkan hak-hak wanita tak sia-sia. Para tenaga medis wanita ini ikut menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 bersama rekan-rekan pria mereka.

Salah satunya dokter yang bertugas di rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta ini. Adalah dr. Sasha yang bertugas sebagai penanganan pasien gawat darurat yang berbagi kisah kesehariannya bekerja menghadapi penderita virus Corona.

“Saya dokter bagian IGD, sejak pertengahan Maret 2020. Saya di bagian penanganan pasien dengan keadaan gawat darurat dengan segala kondisi. Dari pasien tanpa gejala dan baik-baik saja hingga pasien datang keadaan yang kurang baik,” papar dr. Sasha saat berbincang melalui telepon, Senin (20/4/2020).

Berhadapan dengan pasien COVID-19, dr. Sasha pun setiap harinya bekerja selama berjam-jam dengan memakai APD lengkap. Dia juga selalu update berbagai hal mengenai Corona.

“Perlengkapan seperti semua RS rujukan, APD lengkap (dari baju hazmat, masker, sarung tangan, face shield, boots dan lainnya). Dan setelah kontak langsung, wajib membersihkan diri dan cuci tangan. Selain itu wajib update ilmu-ilmu baru tentang COVID-19 biar kita menjadi lebih baik penanganannya di IGD,” jelas dokter 33 tahun itu.

Dokter Sasha yang baru mempunyai anak yang berusia 10 bulan ini merasa bersyukur apa yang dijalaninya sekarang mendapat dukungan penuh dari suami dan keluarga. Meski memang awalnya dia juga merasa khawatir tertular Corona.

“Respon awalnya kaget dan takut. Takutnya ya mungkin takut ketularan dan membahayakan nyawa diri sendiri. Saat ini keluarga sudah lebih menyemangati dan mendoakan agar baik-baik saja setiap bertugas,” ujarnya.

Meski mendapat dukungan dari keluarga, tetap saja ada kesedihan sesekali dirasakannya. Apalagi ini sudah hampir sebulan bertugas di rumah sakit, dia baru sekali bertemu keluarga, khususnya anak bayinya dan suaminya.

“Kita tidak bisa ketemu keluarga setiap waktu, kadang hanya bisa lewat videocall dan telepon saja. Kadang kangen makan biasa bareng sama keluarga teman-teman, karena saat ini kita makan kebanyakan nasi box. Dan juga ada rasa was-was misal ketemu keluarga takut kita carrier takut nularin ke keluarga juga,” tuturnya.

Ketika bisa satu kali pulang ke rumah dalam sebulan kemarin pun, dr. Sasha harus melakukan segala pencegahan dan pengamanan. “Sebelum masuk rumah harus mandi dengan cairan antiseptik dulu di RS, sampai rumah disemprot sana-sini seluruh tubuh pakai cairan antiseptik , tas sepatu disemprot ditinggal di luar. Setelah itu harus mandi keramas sebersih mungkin, baru bisa ketemu keluarga. Baju dan peralatan lain disendirikan, cuci disendirikan. Makan juga disendirikan,” tutur dr. Sasha.

Yang membuatnya tambah sedih adalah ketika pasien tidak selalu berkata jujur tentang keluhannya yang sebenarnya. “Kadang saat pemeriksaan awal di IGD bilang hanya demam, saat ketemu dokter, bilangnya berbeda lagi,” kata dr. Sasha.

Beberapa waktu lalu saat virus Corona baru menghantam Indonesia, rumah sakitnya juga sempat kekurangan stok APD. Dia dan rekan-rekannya sampai melakukan berbagai cara untuk menghemat APD.

“Kadang masker kita jemur untuk bisa dipakai ulang. Dan sempat kita tidak pakai APD lengkap saat menangani pasien. Tapi saat ini semua kini sudah difasilitasi dengan baik,” ujarnya.

Dalam rangka Hari Kartini yang jatuh 21 April ini, dr. Sasha sebagai salah satu Kartini di dunia medis pun menyampaikan pesannya untuk sesama rekan tenaga medis. Dia berharap seluruh tenaga medis tetap semangat dalam keadaan apapun.

“Teman-teman tenaga medis disegala lini di rumah sakit, semangat selalu dalam keadaan apapun, jangan lupa untuk selalu memakai APD lengkap dalam segala situasi, karena kita nggak tahu kita akan bertemu pasien seperti apa. Kita pasti bisa melewati hal ini bersama,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Detikcom