PSSI Sudah Dapat Surat soal Kemungkinan Penundaan Piala Asia U19 2020

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengungkapkan Piala Asia U19 2020 kemungkinan besar batal dilakasanakan sesuai jadwal seharusnya.

Piala Asia U19 2020 sedianya dijadwalkan berlangsung di Uzbekistan pada 14-31 Oktober mendatang.

Akan tetapi, belakangan berhembus kabar bahwa turnamen tersebut terancam ditunda.

Kemungkinan pembatalan Piala Asia U19 2020 itu pertama kali diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) selaku tuan rumah karena pandemi virus corona yang belum mereda.

PSSI juga telah menerima surat pemberitahuan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait kemungkinan pembatalan Piala Asia U19.

Meskipun demikian, PSSI tetap berkomitmen memberangkatkan 30 pemain timnas U19 Indonesia untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia.

Timnas U19 Indonesia bahkan dipastikan bakal berangkat ke Kroasia pada Sabtu (29/8/2020) malam WIB.

“Meskipun kepastian jadi atau tidaknya masih tanggal 8 September oleh AFC, tetapi kemungkinan besar akan dibatalkan,” kata Mochamad Iriawan wartawan yang turut hadir BolaSport.com di Stadion Madya, Sanayan, Jumat (28/8/2020).

Jika Piala Asia U19 2020 batal dilaksanakan, PSSI telah membuat pilihan tetap menggelar TC lanjutan ke tiga negara yang menjadi pilihan.

Untuk saat ini, PSSI masih berkoordinasi dengan federasi ketiga negara yang menjadi tujuan untuk TC lanjutan tersebut.

“Kami tadinya berencana dari Kroasia langsung ke Uzbekistan. Namun, kami tetap akan lanjut TC lagi yakni dari Kroasia kalay tidak ya di Turki, Spanyol, atau Portugal (jika Piala Asia U19 batal),” kata Iriawan.

“Kami sudah melakukan korespodensi dengan federasi Turki, Spanyol, dan Portugal. Keinginan Shin Tae-yong memang ke Portugal tapi saat ini Turki yang baru merespons,” tutur dia.

Tiimnas U19 Indonesia akan melakukan pemusatan latihan di Kroasia untuk meneruskan pemusatan latihan yang dimulai di Jakarta sejak 23 Juli silam.

Di Kroasia, mereka akan melakukan sejumlah pertandingan uji coba melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, dan Qatar.

 

 

 

Sumber: Kompas.com