Sebut AS Pengecut, Iran Bersumpah akan Balas Kematian Sulaimani Secara Jantan

NEWSAGENCY – Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Ismail Qaani yang baru ditunjuk menggantikan Jenderal Qassim Sulaimani, mengatakan Amerika Serikat (AS) membunuh pendahulunya dengan cara pengecut dan bersumpah akan menghantam musuhnya secara jantan. Hal tersebut disampaikan Qaani saat berpidato pada Senin (20/1) dalam upacara perkenalan dirinya sebagai pimpinan baru Garda Revolusi.

“Mereka (AS) menyerangnya (Sulaimani) dengan cara pengecut, tapi dengan rahmat Tuhan dan melalui kerja keras para pencari kemerdekaan di seluruh dunia yang ingin membalas dendam atas darahnya, kita akan menghantam musuhnya secara jantan,” jelasnya, dikutip dari Aljazeera, Selasa (21/1).

Pembunuhan Sulaimani dalam serangan udara AS di Baghdad pada 3 Januari lalu mendorong AS dan Iran ke jurang peperangan. Namun belakangan ketegangan kedua negara mereda setelah Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan pasukan AS di Irak pada 8 Januari lalu. Serangan balasan tersebut tak menimbulkan korban jiwa.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei kemudian menyerukan pengusiran pasukan AS dari wilayah Timur Tengah.

Pasukan Quds adalah bagian dari Garda Revolusi yang memiliki 125.000 anggota, sebuah organisasi paramiliter yang bertanggung jawab langsung kepada Khamenei.

Garda Revolusi mengawasi program rudal balistik Iran, pasukan angkatan lautnya mengawasi Angkatan Laut AS di Teluk, dan termasuk pasukan Basij yang semuanya sukarelawan.

Di bawah Sulaimani, Pasukan Quds membantu meningkatkan pengaruh Iran di Timur Tengah dengan membangun jaringan proksi yang luas. Di Suriah, pasukan ini mendukung kubu pemerintahan Presiden Basyar Al-Assad saat berlangsung perang yang pecah sejak 2011. Termasuk juga melatih dan mempersenjati milisi yang berhasil mengalahkan ISIS.

 

 

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.