Sejarah Puasa dan Keistimewaan Bulan Ramadan

JAKARTA – Marhaban Ya Ramadan. Umat Islam akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Inilah bulan penuh keistimewaan. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan Ramadan adalah tamu agung. Umat Islam menyambutnya dengan penuh kegembiraan.

Puasa Ramadan tidak hanya sekadar menahan haus dan lapar. Praktik puasa memiliki dimensi sangat luas. Ibadah ini juga memiliki tuntunan, hukum dan aturan. Hal itu bisa dibaca kembali dalam sejarah perintah ibadah puasa Ramadan.

Perintah ibadah puasa memiliki hal spesial. Jika biasa hukum ibadah secara umum ketika ayat turun, maka ibadahnya mulai berlaku. Seperti ibadah mendirikan salat, zakat, haji dan umrah. Namun khusus puasa berbeda.

Para ulama menjelaskan, ada jeda selama satu bulan sejak turun ayat perintah untuk menjalankan puasa. Dari bulan Sya’ban menuju bulan Ramadan. Jeda itu dimaksudkan agar Nabi Muhammad dapat menjelaskan ketentuan dan aturan tentang puasa yang belum diketahui oleh para sahabat saat itu. Sehingga ketika sudah memasuki bulan Ramadan, sahabat sudah mengerti tentang tuntunan puasa.

Perintah puasa telah dijelaskan dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Ayat tersebut turun pada tahun kedua Hijrah, pada bulan Sya’ban atau bulan ke-8 dalam kalender Hijriah.

Baru pada ayat berikutnya dijelaskan kapan pelaksanaan bulan puasa yaitu dalam surat Al- Baqarah ayat 185. Ayat itu juga menjelaskan ketentuan bagaimana jika orang dalam keadaan sakit dan musafir, apakah perlu puasa atau tidak.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”.

Keistimewaan Bulan Ramadan

ramadan

Bulan Ramadan begitu istimewa. Banyak ulama menyebut, Ramadan adalah bulan Alquran. Sebab, di bulan itu Alquran diturunkan. Tepatnya pada malam Lailatul Qadar.

Pakar tafsir Alquran Quraish Shihab menjelaskan, bulan Ramadan terdapat malam Qadar. Menurut Alquran, bulan itu lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat silih berganti turun atas seizin Tuhan. Dan kedamaian akan terasa hingga terbitnya fajar.

Selain itu, ayat-ayat puasa Ramadan juga disisipkan ayat yang mengandung pesan tentang kedekatan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya serta janji-Nya untuk mengabulkan doa siapapun yang dengan tulus berdoa.

Karena itu, mari menangkan dan jalankan rukun Islam ketiga ini dengan gembira. Menangkanlah jihad akbar ini. Selalu bersimpuh di padang yang luas dengan doa. Perbanyak ibadah. Agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Sekali lagi, Marhaban Ya Ramadan

 

 

 

Sumber: Merdeka.com