Tragis Rinaldi: Hilang Dicari, Ditemukan Tewas Dimutilasi

JAKARTA – Rinaldi Harley Wismanu (32) tewas mengenaskan setelah dilaporkan hilang. Manajer HRD sebuah perusahaan kontraktor itu tewas dan dimutilasi di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Kasus ini terkuak setelah Polda Metro Jaya menerima laporan keluarga soal hilangnya korban. Keluarga kehilangan kontak dengan Rinaldi Harley Wismanu sejak Rabu (9/9) lalu.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus hilangnya korban ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/9). Tim Subdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara dan AKP Mugiya, mengungkap kasus tersebut.

“Berdasar laporan tersebut, kemudian kami dari Reskrimum segera membentuk tim khusus untuk lidik kasus tersebut. Adapun tempat kejadian, TKP adalah di salah satu apartemen di Pasar Baru, Jakarta Pusat,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Dari hasil penyelidikan, korban ternyata dibunuh oleh kedua tersangka, Laeli Atik Supriyatin (24) dan Djumadil Al Fajri (27). Polisi menyebut kedua tersangka yang merupakan pasangan kekasih itu merencanakan pembunuhan tersebut.

“Adapun dua orang (tersangka) atas nama DAF (Djumadil Al Fajri), pelaku eksekutor, yaitu membunuh korban dan juga memutilasi korban dan LAS (Laeli Atik Supriyatin). Perannya yang dilakukan oleh LAS mengajak korban untuk bertemu dan menyewa apartemen di Pasar Baru, Jakpus,” tuturnya.

Pembunuhan ini diawali perkenalan korban dengan tersangka Laeli di aplikasi Tinder. Keduanya kemudian saling bertukar nomor WhatsApp sehingga sering berkomunikasi.

Singkat cerita, pada tanggal 7 September 2020, tersangka Laeli mengajak korban untuk menyewa unit Apartemen Pasar Baru Mansion. Korban kemudian mengaminiya, lalu menyewa kamar tersebut untuk digunakan pada tanggal 9-12 September.

“Tersangka DAF sudah mendahului masuk ke apartemen, kemudian sembunyi di kamar mandi. Kedatangan korban dan tersangka LAS itu awalnya sempat berbincang, kemudian berhubungan,” katanya.

Namun rupanya, apartemen tersebut dipersiapkan untuk mengeksekusi korban. Pada hari H-nya, korban dibunuh secara sadis oleh kedua tersangka dengan dipukul 3 kali menggunakan batu bata dan 7 kali ditusuk.

Setelah membunuh korban, kedua pelaku memutilasi korban menjadi 11 bagian. Potongan tubuh korban lalu dimasukkan ke dalam dua buah koper dan 1 tas ransel, lalu disimpan di Apartemen Kalibata City.

“Rencana oleh para tersangka korban ini akan mereka kubur. Makanya mereka ini menyewa rumah di Cimanggis itu. Mereka ini sedang menggali kuburan makanya ini ada (barang bukti) sekop dan cangkul. Mereka akan mengubur di belakang kontrakan dia,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Kedua tersangka mengaku membunuh korban lantaran ingin menguasai harta milik korban.

“Mereka mengetahui korban ini memiliki finansial dan sehingga kedua tersangka berencana menghabisi korban dan mengambil barang-barang dan uang korban. Motifnya adalah ingin menguasai harta milik korban,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Kapolda mengatakan kedua tersangka menguras uang Rp 97 juta dari ATM korban. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari kedua tersangka.

“Barang bukti ada 11 buah emas Antam kurang-lebih 11,5 gram dari berbagai jenis. Dua unit laptop, jam tangan, perhiasan dan ada beberapa kartu visa dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan lain-lain,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedua tersangka menguras uang korban setelah mengetahui PIN ATM korban.

“Tersangka ini berupaya mengambil harta daripada si korban dengan cara menggunakan ATM. Setelah dia ketahui PIN dari korban langsung karena memang rayuan dari Saudari L (Laeli),” jelas Yusri.

Saat ini keduanya telah ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana.

 

 

Sumber: Detik.com